KITA HARUS KAYA
Seorang nabi Yusuf kaya dengan menjadi menteri
Seorang nabi Muhammad saw kaya dengan menjadi pedagang
Tetapi:
Ò Berapa persen sih peluang menjadi raja?
Ò Berapa persen sih peluang menjadi menteri?
Ò Sebaliknya, terbuka lebar peluang untuk menjadi pedagang!
Karena anda tidak mungkin jadi raja
FAKTA:
Misalkan saja, keduanya sama-sama:
Berasal dari timur, menghargai agama, menghormati leluhur, keluarga, orang tua, mematuhi suami, berhasrat akan ilmu pengetahuan, berhasrat simpul perdagangan..
Islam, Cina dan Kemakmuran
Muhammad adalah tauladan umat muslim secara keseluruhan, kita diperintahkan Allah SWT untuk mengikuti sunnah beliau secara keselurahan. Dari kehidupan Rasul ada hal yang kurang menjadi bagian yang populer dikalangan kaum muslim itu sendiri, yaitu tentang bagaimana Rasul hidup menjadi seorang pedagang.
Inilah fakta-fakta tentang kehidupan Rasul sebagai pedagang
Fakta pertama, Nabi Muhammad SAW. adalah seorang pebisnis sukses. Buktinya, ditinjau dari sisi waktu, Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 25 tahun, yakni dari umur 15 sampai umur 40 tahun. Sementara masa kerasulan beliau hanya 23 tahun.
Fakta kedua, Nabi Muhammad SAW. adalah manusia yang kaya. Meski dilahirkan dalam keadaan miskin namun pada saat beliau menikah pada umur 25 tahun, beliau mengeluarkan mahar kawin, yang jika diperhitungkan dengan nilai sekarang berkisar 6 milyar rupiah.
Fakta ketiga, Nabi Muhammad SAW. menganjurkan kita untuk kaya. Beberapa sabda beliau secara terang menganjurkan umat islam untuk menjadi kaya. Beberapa diantaranya: ”Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini adalah perdagangan” (HR. Ahmad), ”Sesungguhnya sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang pedagang (entrepreneur)” (HR. Baihaqi), ”Allah itu cinta kepada seorang Mukmin yang bekerja” (HR. Al-Thabrani dan Al-Baihaqi). Dan banyak lagi hadist lainnya yang menyerukan umat muslim untuk menjadi sejahtera.
Fakta keempat, Nabi Muhammad SAW. telah menerapkan prinsip bisnis modern dalam membangun kerajaan bisnis. Rasulullah menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga. Rasullullah menjadikan kejujuran (As Siddiqh) dan kepercayaan (Al Amin) menjadi prinsip utama dalam berbisnis. Rasulullah tegar dalam mewujdkan impian bisnis. Rasulullah memiliki pikiran visioner, kreatif, dan siap menghadapi perubahan. Rasulullah memiliki perencanaan dan goal setting yang jelas dalam membangun bisnisnya. Rasulullah pintar dalam mempromosikan dirinya. Rasulullah menggaji karyawan sebelum kering keringatnya. Rasulullah mengatahui rumus ”bekerja dengan cerdas”. Rasullah mengutamakan sinergisme. Rasulullah berbisnis dengan cinta. Rasulullah pandai bersyukur dan berucap terimakasih. Terakhir tapi juga terpenting dari rahasia bisnis beliau adalah menjadi manusia paling bermanfaat. Inilah rahasia bisnis Rasulullah yang sudah semestinya diikuti oleh semua orang jika ingin membangun kerajaan bisnis yang modern.
Mari kita, termasuk saya, mengikuti jejak bisnis Rasulullah
No comments:
Post a Comment